Rabu, 27 Februari 2019

Candi Singgasari


Candi Singhasari merupakan candi Hindu - Buddha peninggalan bersejarah dari Kerajaan Singhasari berlokasi di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Indonesia, sekitar 10 km dari Kota Malang.
Cara pembuatan candi singosari ini dengan cara menumpuk batu andhesit hingga ketinggian tertentu selanjutnya diteruskan dengan mengukirdari atas baru turun kebawah (Bukan seperti membangun rumah saat ini). Candi terletak pada lembah diantara Pengunungan tengger dan gunung Arjuna diketinggian 512M di atas permukaan laut. Dengan pemberian nama candi menaraoleh orang Belanda karena bentuk candi tersebut mnyerupai bentuk menara.  Seorang ahli purbakala bngsa Eropa lainya bernama W.F Stutteirheim, pernah member nama candi ini dengan sebutan “Candi Cella” sebagai ganti dari candi menara. Alasanya karena candi tersebut memiliki celah seebanyak empat buah pada dinding-dinding dibagian tubuh candinya. Tetapi nama tersebut tidak banyak yang memakai, menurut W.Van Schmid yngg mengunjungi candi ini pada tahun 1856penduduk setempat menamakanya “Candi Cungkup”. Akhirnya nama yang sekarang dipakai adalah “Candi Singosari” karena letaknya diSingosari.
Ditinjau dari struktur candi secara umum, candi Singgosari menunjukakn penyimpangan bentuk badan yang terkesan menjulang ramping ditopang oleh kaki candi yang sangt tambun diatas btur. Kakicandiyang tambun itu ternyata adalah sebuah ubahan daribangunan induknya, sehingga tubuh candinya terngkat agak tinggi. Arca-arca ditempatkan pada kaki candi dalam bentuk bangunan. Tubuh vandinya dirancang tidak untukmemiliki ruangan tempat arca sebaia layaknya candi hindu. Sehingga gantinya dibuatkan relung-relung yang tidak terlalu dalam disetiap sisi dinding luar kearah empat penjuru mata angin.
Penyimpangan struktur yang demikian itu bukanlah merupakan hal yang kebetulan atas dasar kreatifitas dari arsitek pembangunnya. Tentunya ada sebab-sebab atau pertimbangan yang melatar belakangi kelokal geniusan akan rencana para arsiteknya, mengapa bentuk serta struktur candi Singosari dibangun seperti itu. Puncak – puncak dari bangunan penampil sekarang tampak pejal, seolah-olah puncaknya rata, oleh karena itulah bagian badan terkesan langsing menjulang, sementara bagian kaki terkesan gemuk tambun. Menurut perencanaan kembali di atas kertas yang dibuat oleh Leydie Melville, arsitektur candi Singosari merupakan bangunan induk dengan puncak yang menjulang tinggi, yang dikelilingi oleh empat bangunan penampil yang memiliki puncak lebih rendah dari puncak bangunan induknya